Showing posts with label bahaya rokok. Show all posts
Showing posts with label bahaya rokok. Show all posts

Wanita Perokok Rentan Kanker Kulit

4:42 AM 0

Artikel Kesehatan - Seorang perokok memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan Sell Carcinoma Squamous (SCC), salah satu jenis masalah kesehatan kanker kulit non-melanoma. Bahkan, risikonya meningkat dua kali lipat pada wanita yang memiliki kebiasaan merokok sedikitnya 20 tahun.

Demikian hasil studi Pusat Kanker Moffitt di Tampa, Florida, yang dipublikasikan di Cancer Causes and Control Journal.

Dalam studi tersebut, tim peneliti melibatkan 698 partisipan, yang terdiri dari pasien dengan kanker kulit non-melanoma, dan yang tak memiliki gangguan kulit sama sekali.

Mereka meminta seluruh partisipan menjawab pertanyaan seputar riwayat merokok, mulai dari sudah berapa lama merokok, sehari berapa batang, dan apakah pernah merokok.

Hasil analisis menunjukkan, wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker kulit jenis SCC dibandingkan pria. Semakin intens frekuensi merokoknya, risikonya semakin meningkat. Risiko terbesar dialami wanita yang memiliki kebiasaan merokok setiap hari selama 20 tahun atau lebih.

SCC memiliki risiko besar menyebar dari satu organ ke organ lain, seperti ke wajah, telingan, dan bibir. Bahkan, jika tak segera mendapat perawatan dapat menghancurkan hidung dan telinga.

Dr Dana Rollison, penulis utama studi, mengatakan, tidak jelas mengapa wanita perokok memiliki risiko kanker kulit lebih besar. Namun hasil studi menunjukkan, wanita memiliki kandungan senyawa penyebab kanker, dan rendahnya tingkat enzim perbaikan DNA dibandingkan laki-laki.

"Studi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan lebih jauh tentang perbedaan efek merokok berdasarkan jenis kelamin," ujarnya.

Menopause
Wanita perokok berisiko mengalami menopause dini, setidaknya setahun lebih cepat dibandingkan wanita bukan perokok. Wanita perokok umumnya menopause di rentang usia 43-50 tahun. Sedangkan wanita bukan perokok cenderung menopause di rentang usia 46-51 tahun.

Kesimpulan didapat dari analisis sejumlah studi terdahulu yang melibatkan puluhan ribu wanita termasuk hasil survei terhadap 6.000 wanita di Amerika Serikat, Polandia, dan Turki.

Hasil studi yang dipublikasikan di Jurnal Menopause itu tak berhenti pada ancaman menopause dini. Sebab, menopause dini berkaitan dengan risiko tinggi mengembangkan gangguan kesehatan seperti osteoporosis dan masalah jantung.

Jennie Kline dari Mailman School of Public Health Universitas Kolombia, New York, mengatakan bahwa merokok kemungkinan besar memengaruhi tubuh wanita dalam mengontrol produksi estrogen. Rokok juga mengandung racun yang dapat merusak sel telur di dalam ovarium. "Ini mungkin yang memengaruhi menopause," ujarnya.
-kosmo.vivanews.com-

Kenali Bahaya Merokok dan Sayangi Tubuh dan Keluarga Anda

3:21 PM 0
Kerugian yang ditimbulkan rokok sangat banyak bagi kesehatan. Tapi sayangnya masih saja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar, harian umum Republika, Selasa 26 Maret 2002 : 19). 

Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8 – 20 mg nikotin dan setelah di bakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25 persen. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.

Nikotin itu di terima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotonin. 

Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, Kompas Minggu 5 Mei 2002: 22). Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang.

Efek dari rokok/tembakau memberi stimulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat (Roan, Ilmu kedokteran jiwa, Psikiatri, 1979 : 33).

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
• 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
• 4x menderita kanker esophagus
• 2x kanker kandung kemih
• 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Tobacco Free Initiave menyebutkan bahwa :
1. Perokok jangka panjang (yang sudah lama merokok) memiliki 50% resiko meninggal dunia akibat dari penyakit yang diakibatkan karena kebiasaan merokok. Dari kematian-kematian ini, setengahnya akan muncul di usia pertengahan(diantara usia 35-69).

2. Di Amerika Utara, merokok bertanggung jawab atas banyak kematian, lebih banyak dari kematian akibat AIDS, alcohol, narkotik, kecelakaan mobil, pembunuhan dan kasus-kasus bunuh diri.

3. Data yang didapat dari negara-negara berkembang mengindikasikan bahwa merokok mengakibatkan kira-kira sepertiga dari semua kematian akibat penyakit jantung dan sepertiga dari semua kematian akibat
kanker. Kebanyakan merokok mengakibatkan kematian yang berhubungan dengan penyakit jantung.

4. Kanker paru-paru di kalangan wanita negara- negara berkembang meningkat cepat. Di beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat dan Canada, kanker paru-paru sekarang melebihi kanker payudara sebagai kanker pembunuh nomor satu di kalangan wanita.

5. Sebagai tambahan, selain mengakibatkan penyakit jantung dan beberapa jenis kanker, rokok juga menyebabkan penyakit emphysema, penyakit paru-paru kronis, gangrene, dan juga bisa mengakibatkan impotensi seksual.